Pelayanan Pendidikan Yang Bermutu Dan Kesempatan Untuk Mengapresiasikan Diri Peserta Didik Sebagai Salah Satu Prinsip Pelaksanaan Kurikulum

Sesuai dengan pengertian yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah RI No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.22 tahun 2006 tentang Standar Isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Dalam salah satu prinsip pelaksanaan kurikulum tersebut, siswa harus mendapat pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengapresiasikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.

Pelayanan pendidikan yang bermutu adalah hak peserta didik dalam menempuh pendidikan antara lain seperti yang dijelaskan dalam Standar Sarana dan Prasarana bahwa setiap satuan pendidikan (sekolah) wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan oleh sebab pihak-pihak yang terkait diantaranya pemerintah, pemerintah daerah dan satuan pendidikan wajib melaksanakan hukum positif tersebut yang tentunya disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing daerah.

Selain sarana fisik, isi pelajaranpun harus diperhatikan baik-baik. Sangat disayangkan bahwa tradisi lama pendidikan nasional kita yang menganggap bahwa pendidikan adalah “menuangkan” (sebanyak-banyaknya) ilmu pengetahuan pada otak siswa. Sampai-sampai istilah kurikulum diartikan oleh masyarakat umum sebagai mata pelajaran dan isi pelajaran saja. Oleh karena itu standar isi pelajaran harus memperhatikan dampak psikologi bagi anak atau peserta didik sekaligus memperkenalkan teknologi terkini agar tingkat pengetahuan peserta didik sesuai dengan zaman yang dialaminya.

Dalam Standar Isi Permendiknas No. 22 tahun 2006 inin peserta didik diberi kesempatan untuk mengapresiasikan disrinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan. Tujuanannya adalah agar peserta didik dapat tetap aktif dalam mengikuti kegiatan atau melaksanakan tugas pembelajaran. Untuk itu perlu dipilih jenis kegiatan atau tugas yang sifatnya menarik atau menyenangkan bagi peserta didik disamping juga bersifat menantang. Pelaksanaan kegiatan hendaknya bervariasi, tidak selalu harus didalam kelas, misalnya peserta didik diberikan tugas diperpustakaan, broesing internet, observasi langsung kelapangan agar dalam proses tersebut peserta didik akan dapat menemukan banyak hal baru maupun materi yang dapat menunjang pelajaran dalam suasana yang menyenangkan namun akan lebih efektif untuk diserap peserta didik.

Dengan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengapresiasikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan diharapkan tujuan pendidikan nasional untuk mengembangkan potensi peserta peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab dapat terwujud.(abel/2009)

Sumber:

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. No 22 tahun 2006 tentang Standar Isi

Peraturan Pemerintah RI No 19 tahun 2005 tantang Standar Nasional Pendidikan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: