STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN DIHADAPKAN PADA PERSOALAN DESENTRALISASI DAN VALIDITAS KUALITAS PESERTA DIDIK

Standar Kompetensi Kelulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan yang meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau seluruh komponen mata pelajaran. Standar Kompetensi tersebut digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dengan kata lain tiap satuan pendidikan kini memmiliki wewenang untuk membuat kurikulum sendiri dan menentukan sendiri standar kelulusanya namun dengan tetap sesuai dengan standar minimal kompetensi lulusan yang ditentukan BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) meskipun UN tetap dilaksanakan oleh BSNP yang disinyalir merupakan inkonsistensi pemerintah terhadap peraturan maupun perundang-undangan pendidikan. Langkah maju pendidikan nasional tersebut memiliki nilai lebih sejalan dengan peran daerah yang semakin menonjol (desentralisasi) namun juga memiliki dampak kurang menyengkan terkait dengan hasil akhir proses pendidikan peserta didik.

dsci2964

Dengan kewenangan satuan pendidikan untuk mengatur kurikulumnya sendiri, kontroversi mengenai Ujian Nasional salah satunya mengenai penyemarataan kemampuan peserta didik dapat terjawab. Karena sekolah bias memberi pelajaran sesuai kebutuhan daerahnya dan masing-masing daerah bisa mengakomodasi kepentingan daerahnya. Dengan itu pula peserta didik diharapkan akan lebih menguasai materi pendidikan karena inti dari pada itu sendiri adalah Standar Kompetensi Kelulusan adalah apa yang harus diketahui dan mampu dilaksanakan.

Namun dengan adanya standar kelulusan yang berbeda pada masing-masing daerah, hal ini akan berdampak pada produk atau hasil akhir proses pendidikan peserta didik. Diantaranya mengenai validitas kualitas kelulusan ketika dibutuhkan oleh perusahaan, perguruan tinggi maupun pihak lain yang membutuhkan pembuktian kualitas seseorang (hasil proses pendidikan). Karena dengan kualitas masing-masing daerah yang variatif karena berbagai faktor, tentunya nilai nominal suatu hasil proses pendidikan akan bervariasi pula bobot kompetensinya.

Dengan kenyataan tersebut tampaknya kita semua maih harus berusaha keras untuk membenahi beberapa peraturan yang pengaplikasiannya ternyata masih ada pertentangan dan juga semua pihak yang terkait berusaha untuk membuat kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. (abel/2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: